Senja Di Monas










"Sudah pernah ke Monas?"
Buat yang tinggal di Jakarta mungkin akan bilang, "ahhh pertanyaan macam apa itu?" Tapi faktanya, ada banyak warga asli Jakarta yang belum pernah masuk ke dalam Monas, mereka hanya sebatas lewat saja dan melihat Monas dari jalan sambil lewat.

"Ada apa si di Monas?"
Nah ini pertanyaan menarik. Sebagian besar orang jika pergi ke Monas pasti tujuannya ya hanya melihat Monumen Nasional-nya saja. Tapi ada beberapa hal menarik di sudut-sudut Monas. Kali ini saya tidak akan membahas Monumen Nasional-nya tapi apa yang ada di sekitar Monumen Nasional.

Senja Di Monas

Sabtu, 14 Oktober 2017
Hari itu saya mengikuti salah satu trip dari Jakarta Good Guide "Senja di Monas". Perjalanan di mulai dari Perpustakaan Nasional RI. Perpusatakaan ini adalah perpustakaan tertinggi di dunia, dengan tinggi 126 Meter dan terdapat 24 lantai. Lantai 24 adalah Eksekutif Lounge yang tidak dibuka untuk umum. Sebelumnya perpustakaan tertinggi di dunia ada di Shanghai dengan tinggi 106 meter.


Setelah dari Perpustakaan Nasional RI, rombongan kami menuju Monas lewat pintu masuk IRTI. Lapangan di sekeliling Monas bernama Lapangan Merdeka yang sebelumnya bernama Lapangan IKADA (Ikatan Atletik Djakarta). Monas merupakan titik 0 Jakarta. Sebelumnya titik 0 Jakarta adalah Menara Shaybandar di Kota Tua. Menara tersebut merupakan menara tertinggi di abad 19.

Dari pintu masuk kita langsung menemukan Lenggang Jakarta, tempat berjualan makanan dan souvenir Monas. Untuk bertransaksi di kantin Lenggang Jakarta diwajibkan untuk menggunakan kartu E-Money dari Bank Mandiri.



Di samping Lenggang Jakarta ada Betawi Store. Betawi merupakan suku asli Jakarta. Ada 8 khas Betawi yang dipatenkan oleh pemerintah.

1. Gigi Balang

    Gigi Balang merupakan ciri khas segitiga yang ada di rumah betawi. Diambil dari kata belalang. Filosofinya karena belalang itu binatang yang tangguh dan tidak mudah menyerah. Walaupun kecil, tapi belalang bisa melubangi kayu besar dengan gigi mereka.

2. Ondel - Ondel

    Yang membedakan Ondel - Ondel perempuan dan lelaki adalah warnanya. Untuk lelaki berwarna merah dan untuk perempuan berwarna putih. Ini juga melambangkan warna berdera Indonesia, merah putih.

3. Kembang Kelapa
Photo from Google
4. Bir Pletok
Photo From Google

5. Baju Sadariah
6. Batik Betawi
7. Kebaya Kerancang



    Setelah dari Betawi Store kami mulai masuk di area Monumen Nasional. Monas sendiri terinspirasi dari Menara Eifel. Saat itu Presiden Soekarno ingin membuat Landmark untuk Indonesia. Maka dibuatkah kompetisi bagi para arsitek untuk membuat design Landmark tersebut. Pemenang kompetisi pada waktu itu adalah Frederich Silaban. Tapi pada saat itu, monumen yang di rancang oleh Frederich Silaban terlalu besar dan Indonesia tidak memiliki anggaran untuk membangunnya. Oleh karena itu, design itu dibuat lebih kecil oleh beberapa arsitek lainnya, salah satunya R.M Soedarsono.
       Obor Monas terbuat dari perunggu 14,5 ton dan dilapisi emas 50kg, sebelumnya berat emas yang melapisi perunggu adalah 35kg.

Ada 5 patung yang ada di sudut-sudut lapangan.

1. Patung Ikada


    Patung ini untuk memperingati rapat raksasa Ikada. Di patung ini terdapat 5 orang yang sedang berkumpul. Makna dari 5 orang ini adalah sebagai bentuk perlawanan pada pemerintah Jepang. Saat itu ada larangan dari pemerintah Jepang, tidak boleh mengadakan pertemuan 5 orang atau lebih. Satu bulan setelah Proklamasi, berbagai organisasi pemuda mengadakan rapat raksasa yang dinamakan apat raksasa Ikada. Diadakan pada tanggal 19 September 1945 dan dihadiri oleh 300 ribu orang. Tujuan dari rapat itu adalah untuk mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan sesuatu setelah Proklamasi Kemerdekaan. Pada saat itu Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Pemerintah Jepang harus menyerahkan Indonesia kembali kepada Belanda. Dan pada masa-masa Belanda belum datang kembali inilah, rapat itu dilaksanakan.
   Lebar landasan patung ini adalah 19x19 meter, melambangkan tanggal 19. Landasan setinggi 4 meter dan patung manusia setinggi 5 meter, melambangkan tahun 1945. 4+5=9 juga melambangkan bulan 9 (September). 19 September 1945, hari diadakannya rapat Ikada.

2. Patung Kartini


    Kartini adalah tokoh emansipasi wanita. Tapi sayangnya beliau meninggal diusia yang sangat muda yaitu 25 tahun. Patung kartini ini dibuat dengan biaya dari pemerintah Jepang. Sebelumnya patung Kartini di tempatkan di Taman Senopati dan dipindahkan ke Monas pada tahun 2005.

3. Patung Pangeran Diponegoro


    Patung Pangeran Diponegoro merupakan ide dari Konsulat Jendral Italy, Dr. Mario. Patung ini juga di design oleh seniman asal Italy, Cobertaldo.

4. Patung Chairil Anwar


    Chairil Anwar merupakan seorang pujangga. Dia berkarya sejak usia 22 tahun dan meninggal di usia 27 tahun. Salah satu puisi yang terkenal adalah "Karawang - Bekasi". Puisi ini terukir di bawah patung Chairil Anwar. Puisi ini bercerita tentang korban peristiwa pembantaian di kampung Rawa Gede pada tahun 1947. Pada waktu itu ada buronan yang dikejar oleh pemerintah Belanda, buronan tersebut melarikan diri ke Karawang. Karena buronan tersebut tidak di temukan maka tentara Belanda memutuskan untuk melakukan pembantaian masal. 
    Pada tahun 2011 yang lalu pemerintah Belanda melakukan ganti rugi kepada keluarga yang ditinggalkan. Pemerintah Belanda meminta maaf atas kejadian tersebut. 

5. Patung Mohammad Husni Thamrin


    M.H. Thamrin mewakili suku Betawi di pemerintahan pada saat itu. Tapi sayangnya beliau meninggal sebelum Indonesia merdeka.

Air Mancur Menari

    Di depan patung M.H Thamrin ada kolam air mancur menari. Kolam ini dibuat pada saat pemerintahan Gubernur Sutiyoso pada tahun 2004 - 2005 dan terakhir di operasikan pada tahun 2009. Kemudian pada saat pemerintahan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, kolam air mancur menari ingin diaktifkan kembali, tapi sayangnya tidak masuk dalam APBD. Maka Pak Ahok, Pak Djarot dan musisi Addie MS berinisiatif menyumbangkan dana pribadi mereka untuk mengaktifkan kembali kolam air mancur menari ini. Pada 12 Agustus 2017 kolam air mancur menari ini kembali dioperasikan dan diresmikan oleh Gubernur Djarot Saiful Hidayat. Jadwal pertunjukan air mancur menari ini setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 19.30 dan 20.30. Musik yang dimainkan saat pertunjukan adalah lagu daerah aransemen dari Addie MS.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRIP TO BADUY DALAM

Liburan Ala Akhir Bulan, One Day Trip (Pulau Kelor, Onrust & Cipir)